Selasa, 12 Maret 2013

Kasih




"Kasih itu sabar; Kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena  kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengaharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."


-

1 Korintus 13 : 4 - 7

Senin, 11 Maret 2013

Teguran Hujan

mungkin, aku harus menarik ucapanku kembali tentang kamu.
bukankah pengorbanan itu perlu untuk melihat warna yang lebih cantik?
iya, kan, hujan?
pagi ini...
biarlah hujan yang menegurku
terima kasih :)

Minggu, 10 Maret 2013

Liburan Indie - Endah n' Rhesa

entah gimana asal muasalnya, gue suka banget sama musik indie.
ya walaupun memang kurang terlalu paham ya :p
ada salah satu lagu yang bercerita tentang beberapa musisi label indie yang sangat terkenal.
penyanyinya juga terkenal, yap! Endah n' Rhesa


diambil dari chord.chordpoprock.net
this is it! *ala Chef Farah Quinn


Liburan Indie

Saat ku berjalan tanpa ragu tanpa bimbang
Tak'kan kulepaskan engkau dari genggaman tanganku
Melepas lelah pergi jauh kembali lagi
Bersamamu selalu tak ingin berakhir waktuku

Menikmati pagi sore dan malam
Secangkir kopi panas santai tanpa batas
Lalu ada Sir Dandy bernyanyi
Mocca kembali lagi musik indie di tv

Menikmati pagi sore dan malam
Jimie Buluk siaran Otong Koil twitteran
Lalu ada kabar trio Lestari
Akan tampil disini* kami pun hampiri

Menikmati pagi sore dan malam
Ditemani lagu Efek Rumah Kaca
Lalu ada Barry Likumahuwa
Di majalah ternama kami turut bangga

Menikmati pagi sore dan malam
Navicula bertandang S.I.D berjuang
Lalu ada Gigi Anji Tohpati
White Shoes Couples Company
dan RAN terus berlari

Tiba-tiba panggilan kerjaan tak bisa diabaikan
Kami harus lakukan kembali


*lagu ini bisa saja dinyanyikan dengan beberapa versi, tergantung situasi dan kondisi si penyanyi
ex: di Kompas TV tadi ada beberapa tambahan lirik yang disisipkan secara spontan oleh Endah.
emang super banget!
pernah nonton mereka live??
kalau belum, cobain deh! dijamin itu nonton sambil nganga karena banyak surprise yang bakal mereka kasih di setiap lagu dan perform-nya!
(gue baru pernah nonton sekali sih, tapi itu wow banget lah)

diambil dari musik.kapanlagi.com

Kamis, 07 Maret 2013

kelak

kelak, akankah aroma-aroma ini mengingatkanmu akan diriku?
biarkanlah aroma ini merasuk ke dalam hati dan jiwamu
agar hanya aku saja yang melangkah bersamamu
selalu~

Bisnis Ideologi dalam Dunia Hiburan

Ideologi seperti yang telah diketahui merupakan kumpulan dari gagasan atau ide yang di kemudian dijadikan sebagai pedoman untuk menjalankan sesuatu. Bisnis menjadi salah satu bidang yang turut melibatkan ideologi untuk kepentingannya. Pandangan bahwa ideologi dan bisnis menjalin hubungan erat itu memang terbukti. Ternyata, ideologi dapat dijadikan sebagai alat perdagangan dan ini dilakukan oleh industri - industri film.

Bisnis yang dilakukan oleh Hollywood ini memberikan keresahan bagi dunia karena selain kurang unggul dalam bidang ekonomi, budaya yang disebarkan oleh penguasa pasar dunia ini dapat mengancam budaya-budaya asli yang dimiliki masing-masing dunia. Dunia dapat saja menyebutnya hal ini sebagai kolonisasi budaya oleh bangsa Amerika. Yang lebih disayangkan lagi ialah ketika
ideologi yang dianggap mengancam tersebut dapat dikemas dengan sangat baik sehingga dapat menarik banyak keuntungan dari dunia.

Sebagai industri film yang sedang berada dalam posisi penting dalam dunia, Hollywood menunjukkan pernyataan bahwa ideologi pun sebenarnya dijadikan sebagai alat untuk mengeruk penghasilan. Selama ini, banyak film produksi Hollywood yang selalu memikat hati masyarakat dunia untuk mengkonsumsinya. Padahal, jelas Hollywood sengaja menggunakan dan menyisipkan ideologi bangsanya (Amerika Serikat) demi eksistensi dan kehidupan politiknya. Cerdasnya, industri film Amerika Serikat ini mampu mengumpulkan segenap penonton yang sangat membutuhkan hiburan.

Dibalik itu semua, cara yang dilakukan Hollywood ini dapat dikatakan bahwa mereka masih bergantung pada teknologi. Negara mereka memanfaatkan teknologi canggih yang begitu menjanjikan kesuksesan mereka. Sebut saja film Avatar yang sempat menerobos pasar dunia beberapa pekan lalu. Ide penulis naskah filmAvatar ini mampu menciptakan nuansa yang berbeda dan membuat para penontonnya berimajinasi seiringan dengan menonton scene per scene nya. Efek yang dibuat dalam film sukses ini telah membawa nama Hollywood semakin melambung tinggi. Lebih tepatnya bahwa sebenarnya efek khusus yang dirancang sedemikian rupa tersebut telah menambah nilai tambah bagi film berideologi Amerika ini.


Terkadang, teknologi lebih unggul daripada ide cerita itu sendiri. Itulah beberapa pendapat masyarakat yang menonton film-film yang memiliki efek gambar sangat baik. Bahkan, seperti yang dikatakan dalam artikel ini, teknologi dan efek-efek khusus dapat menghambat perkembangan ide para penulis. Mungkin saja ke depannya para penulis naskah film hanya membuat ide cerita yang biasa saja, tetapi mendesain efek-efek yang dapat memperlihatkan sesuatu yang takjub dalam film tersebut. Hal ini bukan menjadi sesuatu yang tidak mungkin apabila dasar mereka membuat film ini hanya sebatas pada bisnis.


Memang, sekolah-sekolah film di Amerika kebanyakan mengarahkan para penuntut ilmu untuk berbisnis. Sebagaimana hal tersebut dinyatakan dalam artikel “Business and Ideology” oleh Saul Landau, orang-orang yang menuntut ilmu di sekolah-sekolah film di Amerika diberikan pelatihan dan bukan sekadar pengajaran teori-teori yang mungkin saja membosankan. Maksud dan tujuan sekolah-sekolah tersebut ialah mendidik dan mengarahkan anak didiknya agar ke depannya sukses membantu produser atau apapun yang dapat mengangkat kehidupan berbisnis mereka. Dan misi dari sekolah-sekolah film tersebut akhirnya terbukti menghasilkan director yang berkualitas serta terkenal seperti Roman Polanski dan Andres Wadja.


Ideologi dan bisnis memang hingga saat ini memberikan kedudukan penting bagi Hollywood sebagai penguasa pasar domestik perfilman. Berbeda dengan keadaan yang dulu di mana Hollywood hanya mengeruk keuntungan dari usahanya sebanyak 35%, saat ini Hollywood berhasil menaikkan pasokannya sebesar 80 – 90%. Sedangkan para industri film di luar Hollywood hanya mendapatkan keuntungan jauh lebih sedikit. Ini menunjukkan bahwa Hollywood mampu bermain dan bertahan bahkan berkembang dalam kehidupan bisnisnya di bidang hiburan


*review untuk tugas mata kuliah Kajian Film

25 November 2010

sumber: Saul Landau, The Film Industry : Business and Ideology yang terarsip dalam 
http://www.counterpunch.org/landau08022003.html 

Selasa, 05 Maret 2013

bebas

hai, kamu!
menarik tampaknya, tetapi tidak untukku.
bagiku kamu sama seperti manusia-manusia lain yang pandai merayu
kamu tidak berbeda dengan mereka yang selalu mengenakan berbagai topeng
aku berharap tidak mengatakan ini
kamu yang memaksaku
jangan salahkan siapapun
jangan salahkan aku
kita hanyalah manusia yang tidak saling mengenal
dan aku adalah satu-satunya orang yang tidak ingin mengenalmu
 :)

Minggu, 03 Maret 2013

Misteri

Hidup, bukan untuk dimengerti
cukup jalani saja apa yang kamu suka, apa yang kamu pilih
aku nggak mau mencari tau arti hidup
karena sampai kapanpun aku nggak akan pernah tau
sampai kapan hidup menyimpan rahasia tentang aku dan kamu?
sampai manusia bisa memakan kepalanya sendiri?
sampai langit tak meneteskan lagi air matanya?
lalu,
sampai kapan hidup menyimpan rahasia tentang aku dan kamu?