begitu banyak cerita yang memberikan pertanyaan-pertanyaan. sulit.
malam ini aku sangat ingin mengucapkan kata "maaf" untuk beberapa orang yang telah kusakiti melalui perkataan.
sadar tidak sadar, percaya atau tidak, aku hanya ingin mempertahankan sesuatu yang ada pada diriku.
ini bukan sesuatu yang dapat dilihat secara kasat mata.
ini mengenai harga diri sebagai seorang wanita. yeaaah, harga diri!
ketika kamu merasa bahwa kamu direndahkan oleh orang lain, apakah kamu hanya pasrah dan tak berdaya?
aku memang bukan orang yang cukup tegas dan keras untuk memberontak atau melawannya.
tapi aku nggak akan rela membiarkan 'hidungku' dicucuk layaknya seekor kerbau yang harus membajak sawah majikannya.
setidaknya, aku masih berusaha untuk mempertahankan itu dengan caraku.
caraku?? seperti apa??
entahlah. mungkin aku bisa menyebutnya dengan "membatasi diri" dari lingkungan yang akan membawa dampak negatif untuk beberapa waktu ke depan.
membatasi diri bukan berarti aku membenci kamu dan kalian.
kalau kata orang, kita harus menempatkan diri sesuai dengan porsinya.
yaaaa semacam itulah kurang lebihnya. kita sebagai manusia butuh melepaskan sesuatu yang menghambat masa depan walaupun itu bagian dari warna hidup!
sulit.
aku tak ingin begitu tetapi harus! (piye jal?)
Kamis, 29 November 2012
FISIVOICE :*
![]() |
| kiri ke kanan. bawah: stefan, aar, ical atas: nuno, kestycantik, frizca, tian, yulia, ninda, kokom |
YEAH! Pertama, gue mau nyanyi, "Bersyukurlah pada Tuhan sebab Tuhan itu Maha Baik" :D
Dengan suatu mukjizat dan keberuntungan yang luar biasa, tim vocal group wakil FISIPOL, "FISIVOICE", ternyata masuk 3 besar lagi setelah tahun lalu berhasil meraih juara 3 (faktor hoki juga).
Senang bisa menjadi bagian dari mereka walaupun mereka nggak senang gue ada di antara mereka (karena bikin rusak lomba sore tadi).
I'm sorry, guys!
Senang bisa ikut Porsenigama dalam waktu 2 tahun berturut-turut dan membawa nama FISIPOL.
Ini jadi tahun terakhir gue ikut serta lomba-lomba beginian. Latihan terus sampai malam. Membuahkan hasil memuaskan. Bukan juara 1 memang, tapi ya karna gue orang yang cepet puas, masuk 3 besar itu udah jadi hal yang memuaskan hehehe.
aaaak! gitulah ya.
Goodnight, universe! Goodnight, FISIVOICE!
Senin, 26 November 2012
Candu.
Di tengah rutinitas yang membuatku jenuh, aku hanya butuh sebuah hiburan, apapun itu.
Saat ini, pilihanku jatuh pada game.
Dari dulu aku memang suka sekali bermain game bahkan dapat melupakan segala hal karena terlalu nyaman berada di duniaku sendiri.
Aku rasa hal itu terjadi lagi padaku. Aku mulai kecanduan.
Ada 2 game yang mengalihkan duniaku sekarang dan keduanya berasal dari social media.
SimCity dan Songpop.
2 permainan dengan tantangan berbeda. SimCity permainan semacam membangun kota dengan menjalankan berbagai misi. Menarik, menantang, dan cukup membuat penasaran dalam menjalankan misi-misinya.
Songpop permainan tebak lagu yang harus mengalahkan rival-rival. Butuh ketepatan serta kecepatan dalam menebak lagu. Lumayan sih, dapat menambah referensi lagu-lagu bagus hingga aneh.
Kalau udah online, waktuku dapat dipastikan akan terbuang sia-sia.
Entah kenapa aku masih sangat merasa nyaman berada dalam zona ini.
eeeerrrr
Kesimpulannya adalah game justru lebih membahayakan dari narkoba karena sangat menyita waktu, tenaga, dan pikiran. Jelas aja, skripsiku sampai sekarang belum dibikin. Kalau skripsi belum dibikin, semester depan masih harus bayar lagi. Terus, mikir lebih berat karena selain memikirkan skripsi, pasti kepikiran dikhianati teman-teman yang hampir lulus.
Semoga aja semua yang aku bilang ini hanyalah sebuah karangan yang tidak akan menjadi nyata (ah, padahal ya udah sebagian terjadi).
Kamis, 22 November 2012
Lantai Licin ._.
Lantai licin.
Inilah bagian yang paling gue ga suka dari hujan.
Kenapa sih air bisa bikin lantai licin? Kenapa juga lantai teras rumah basah kalau ada hujan? (kalau ini sih salahin yang bikin rumah dulu gimana).
Oke. Malam ini gue emosi karena lantai licin akibat hujan.
Jadi begini cerita singkatnya.
Temen main dan pulang tanpa membawa serta handphone-nya.
Gue masuk kamar melihat handphone si temen dan mulai berlari seperti dikejar kelabang.
Saking paniknya, gue lupa lantai di teras licin selicin-licinnya karena hujan.
Tiba-tiba, GEDEBRUUUUK! AAAWWW!!!
Itu bukan suara kucing ketiban kamus tebal. Tapi, gue yang kepleset dan spontan berteriak sambil meringis kesakitan.
Men, yang namanya kepleset pasti sakit yeeee. Apalagi ini keplesetnya bikin kepala terbentur di lantai dengan dasyatnya. cungguh! ini dacyat cekayi!
Sekilas gue khawatir sama kondisi kepala yang beberapa bulan lalu dinyatakan mengalami beberapa masalah oleh dokter karena tabrakan juga (dan lagi-lagi karena hujan!)
setelah merasa aman sedikit, pinggang gantian nyeri dan ternyata merah. telapak tangan membiru, siku pun ikut sakit.
Sialnya lagi, si temen sudah pulang bersama mobilnya dan gue merasa sia-sia ._____.
Titis, adik gue yang kadang-kadang baik itu ternyata berniat meringankan sakit yang gue derita setelah terpleset.
Dia mengambil segelas air panas dan mencoba mencelupkan saputangan ke dalam gelas, kemudian diletakkan di atas bagian tubuh yang memar. So sweet :')
nggak jadi manis setelah mengetahui bahwa air panas itu adalah air dispenser yang notabene digunakan untuk minum.
Pelajaran malam ini:
1. Jangan berlari setelah hujan, apalagi di tempat berlantai.
2. Kalau panik mencoba mengejar teman untuk memberikan barang tertinggal, mending mulai sekarang tetap kalem. toh kalem nggak kalem, barangnya tetap tertinggal.
Rabu, 21 November 2012
Diam dan Menangis
Ketika kamu merasa sangat lelah dan tak ada satupun orang yang mendukungmu....
ketika kamu merasa butuh bimbingan dan tak ada satupun yang dapat memberikannya....
ketika kamu sedang dipenuhi oleh pikiran negatif dan membuatmu kacau......
Aku punya solusi yang mungkin cocok untuk diterapkan ke beberapa orang..
DIAM.
Satu cara yang membuatku merasa lebih baik..
MENANGIS.
Cara terakhir yang dapat membuang rasa amarahku..
Tak perlu ragu dan malu untuk melakukan keduanya. Aku yakin banyak orang pasti pernah mencoba cara tersebut ketika sedang tak tau harus bagaimana dan mengeluh kepada siapa. Bahkan setelah itu mereka dapat berpikir dengan lebih jernih.
Hari ini, aku mencoba keduanya dan sungguh bekerja!
Selamat malam :)
ketika kamu merasa butuh bimbingan dan tak ada satupun yang dapat memberikannya....
ketika kamu sedang dipenuhi oleh pikiran negatif dan membuatmu kacau......
Aku punya solusi yang mungkin cocok untuk diterapkan ke beberapa orang..
DIAM.
Satu cara yang membuatku merasa lebih baik..
MENANGIS.
Cara terakhir yang dapat membuang rasa amarahku..
Tak perlu ragu dan malu untuk melakukan keduanya. Aku yakin banyak orang pasti pernah mencoba cara tersebut ketika sedang tak tau harus bagaimana dan mengeluh kepada siapa. Bahkan setelah itu mereka dapat berpikir dengan lebih jernih.
Hari ini, aku mencoba keduanya dan sungguh bekerja!
Selamat malam :)
Sabtu, 17 November 2012
Mati?
Banyak hal yang ga akan pernah kita tau di dalam hidup. Salah satunya adalah waktu ajal menjemput.
2 hari ini gue agak gelisah. Rasa itu bermula dari berita duka atas meninggalnya salah satu mahasiswi Psikologi UGM angkatan 2009 bernama Anindya Kirana.
Temen gue ada yang terlalu kepo hingga mantengin linimasa akun Twitter milik almarhum.
Dia bilang begini, "padahal 5 jam yang lalu dia masih nge-Tweet -Buku dan Cappucino-"
"ih ya ampun. padahal baru aja seneng-seneng gitu ya, ternyata......"
HMMMM...
gue langsung kepikiran. bener juga ya, kita nggak akan pernah tau kapan kita mati, di mana, jam berapa, dan penyebab kematiannya.
saudara-saudari, buat gue ini sungguh mengerikan.
Lha, iya kalau kita mendadak mati dengan hati bersih dan nggak pernah berbuat dosa.
Kalau seharian itu habis mencuri timun, mendorong bocah ke comberan, atau apapunlah itu, bagaimana?
Siap?
jadi, berita duka semalam itu cukup menyentil gue yang harus sadar kalau hidup manusia itu di tangan Tuhan.
berbuatlah baik sebelum ajal menjemput impian kita (???!!!).
lakukan dan berikan semua yang terbaik dari kita.
kalau kata lagu sih, "JALANI PILIHANMU SEPERTI SEMUA BERAKHIR DI HARI INI....." - (VOX - Apapun Itu)
for your information, itu adalah lirik lagu yang bisa menyemangati dan memotivasi gue dalam menjalani hidup (itupun kalau lagi inget hehehe). Kapan-kapan deh ya gue post liriknya.
Selamat menikmati malam minggu kalian.
Semoga berita duka dan lirik lagunya VOX yang di atas itu juga bisa menyadarkan kalian untuk selalu menjalani hidup dengan baik dan ikhlas.
2 hari ini gue agak gelisah. Rasa itu bermula dari berita duka atas meninggalnya salah satu mahasiswi Psikologi UGM angkatan 2009 bernama Anindya Kirana.
Temen gue ada yang terlalu kepo hingga mantengin linimasa akun Twitter milik almarhum.
Dia bilang begini, "padahal 5 jam yang lalu dia masih nge-Tweet -Buku dan Cappucino-"
"ih ya ampun. padahal baru aja seneng-seneng gitu ya, ternyata......"
HMMMM...
gue langsung kepikiran. bener juga ya, kita nggak akan pernah tau kapan kita mati, di mana, jam berapa, dan penyebab kematiannya.
saudara-saudari, buat gue ini sungguh mengerikan.
Lha, iya kalau kita mendadak mati dengan hati bersih dan nggak pernah berbuat dosa.
Kalau seharian itu habis mencuri timun, mendorong bocah ke comberan, atau apapunlah itu, bagaimana?
Siap?
jadi, berita duka semalam itu cukup menyentil gue yang harus sadar kalau hidup manusia itu di tangan Tuhan.
berbuatlah baik sebelum ajal menjemput impian kita (???!!!).
lakukan dan berikan semua yang terbaik dari kita.
kalau kata lagu sih, "JALANI PILIHANMU SEPERTI SEMUA BERAKHIR DI HARI INI....." - (VOX - Apapun Itu)
for your information, itu adalah lirik lagu yang bisa menyemangati dan memotivasi gue dalam menjalani hidup (itupun kalau lagi inget hehehe). Kapan-kapan deh ya gue post liriknya.
Selamat menikmati malam minggu kalian.
Semoga berita duka dan lirik lagunya VOX yang di atas itu juga bisa menyadarkan kalian untuk selalu menjalani hidup dengan baik dan ikhlas.
Kamis, 15 November 2012
Pantai
Pantai memiliki kekuatan untuk membuat orang-orang bahagia dan tenang.
Gue salah satu orang yang seneng banget diajak ke pantai.
Waktu kecil, hobinya ke pantai-pantai "sampah" kayak di Ancol (emang Ancol pantai, ya?), Samas, dan Parangtritis.
Sori, maksudnya pantai yang agak kotor penuh sampah dan pentolan kepala manusia.
Kalau sekarang, pengennya ke pantai-pantai di Gunung Kidul karena lebih bersih dan berpasir putih.
Pantai favorit sampai saat ini adalah Pantai Namalatu di Ambon. Biarpun kesana di malam hari dan memergoki orang pacaran di tempat gelap, Namalatu adalah pantai seperti yang gue bayangkan selama ini.
Biasanya orang-orang pada ngapain ya ke pantai?
Kalau gue paling suka ngubur orang di dalam pasir pantai. Bikin gue berimajinasi dan menumpahkannya melalui bentuk tumpukan pasir di atas badan temen.
ini contoh gambarnya:
Gue salah satu orang yang seneng banget diajak ke pantai.
Waktu kecil, hobinya ke pantai-pantai "sampah" kayak di Ancol (emang Ancol pantai, ya?), Samas, dan Parangtritis.
Sori, maksudnya pantai yang agak kotor penuh sampah dan pentolan kepala manusia.
Kalau sekarang, pengennya ke pantai-pantai di Gunung Kidul karena lebih bersih dan berpasir putih.
Pantai favorit sampai saat ini adalah Pantai Namalatu di Ambon. Biarpun kesana di malam hari dan memergoki orang pacaran di tempat gelap, Namalatu adalah pantai seperti yang gue bayangkan selama ini.
Biasanya orang-orang pada ngapain ya ke pantai?
Kalau gue paling suka ngubur orang di dalam pasir pantai. Bikin gue berimajinasi dan menumpahkannya melalui bentuk tumpukan pasir di atas badan temen.
ini contoh gambarnya:
Ini waktu di Tidung.
Sebenernya masih ada gambar lain, tapi lupa disimpen di mana.
Sekian dulu postingan yang cukup tidak penting ini.
Salam gaul dan kece! :*
Langganan:
Postingan (Atom)

